Filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara




Filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara

  1. Filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara
  2. Ing ngarso sung tulodo
  3. Ing madyo Mangun Karso
  4. Tut Wuri Handayani


Kalimat -kalimat ini tidaklah asing di telinga para sobat pendidik  maupun murid kita Kira -kira dari kalimat ini ,apa yang ada di dalam benak sobat pendidik semua ?
Sobat pendidik ,kali ini saya mau berbagi cerita sedikit mengenai kebahagian saya mengikuti pelatihan calon guru penggerak angkatan 5 , bangga bisa lulus dari begitu banyak guru di berbagai penjuru negeri


Seleksinya luar biasa ketat dan panjang


Alhamdulilah ,bisa nulis lagi dan berbagi informasi untuk sobat pendidik
Kali ini kita akan bahas filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara ,dimana beliau sebagai bapak bangsa yang memperjuangkan para rakyat yang tidak bisa bersekolah pada zaman dahulu bisa menikmati pendidikan layak nya bangsawan ,Soewardi yang lebih dikenal sebagai ki hajar Dewantara memiliki kisah pilu dan menyedihkan bersama anaknya

Hingga tercetuslah sebuah pemikiran

Kowe bakale dak Mulya Ake selawase

Kisah pilu yang terjadi saat anak nya Asti terabaikan oleh Soewardi saat beliau sedang menyelesaikan deadline tulisan -tulisan nya ,Asti kecil di luar kedinginan saat salju turun dan membuat beku dirinya tanpa sadar Soewardi muda,melupakan anaknya yang kedinginan di luar dan Soewardi berjanji akan menghamba pada anak nya selamanya.

 

Nah ini merupakan salah satu filosofi pendidikan dari bapak Ki hadjar Dewantara

Sobat pendidik
Menghamba pada siswa bukan mengenai kita patuh dan tunduk padanya ,ini adalah sebuah kalimat dengan ketulusan yang murni ingin mendidik peserta didik sampai pada kebahagiaan yang setinggi -tingginya. Menghamba pada murid membentuk pribadi nya sesuai sosial dan kultural kebudayaan yang ia miliki ,mengenai penghambaan kepada siswa maka kita perlu tahu bagaimana esensi peserta didik yang seutuhnya kodrat nya sebagai anak. Inilah filosofi pendidikan kedua dari Ki hadjar Dewantara sebuah kodrat pada anak yang memang ada dalam jiwa nya sejak ia lahir

 

Kodrat itu terbagi dua kodrat zaman dan alam

Kodrat alam anak kita contohkan saja ,bermain dengan bermain anak akan belajar banyak hal
Permainan congklak adalah permainan yang mengasah kemampuan matematika dan simpan menyimpan serta hitungan hari dalam satu minggu  yang ditandai 7 lubang dalam papan congklak

Kemudian kodrat zaman ,sobat pendidik tidaklah menjadi suatu hal yang aneh peserta didik meng-upload video joget di akun tiktok nya pada zaman ini kita tidak bisa memungkiri terkikis nya rasa malu pada diri peserta didik hanya saja kita sebagai guru mengalihkan hal ini menjadi hal yang lebih daya guna dan menyesuaikan kearifan lokal budaya kita maka menari tradisional bisa menjadi opsi untuk menjadikan sosial media tempat belajarnya anak -anak ,maka hadirlah ditengah sosial media mereka agar kita tidak lepas dari  keseharian siswa kita , itulah tugas kita yaitu Menuntun.
Menuntun merupakan filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara yang terakhir ,menuntun Ibarat seorang petani ,kita sedang menanam sayuran maka kita menyememai biji agar pecah menjadi tunas dari tunas kita pindahkan ke tanah yang subur diberi air dan pupuk urea ,di rawat dan di jaga hingga panen maka seperti itulah kita menuntun siswa kita agar ia berguna minimal bagi kehidupan nya sendiri dengan segala jenis sayuran maupun tumbuhan yang kualitas mungkin kurang baik ,si petani harus mampu menjaga hasil panen nya menjadi hasil panen terbaik yang memiliki daya jual.

 


Maka seorang guru harus mewujudkan peserta didik yang berdaya guna tinggi untuk masa depan nya.
Seorang guru harus Menghamba pada peserta didik sebagai bukti pengabdian nya memahami kodrat alam dan zaman nya agar ia mampu berdaya guna dan bahagia dalam proses perkembangan pendidikan dan pengajaran serta merdeka lahir dan batin nya serta menuntun nya sampai pada titik keberhasilan itulah kiranya filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara.

Menjadi guru dan lulus menjadi calon guru penggerak adalah hal yang tak pernah saya duga sobat pendidik ,berawal dari teman yang memberikan informasi tentang rekrutmen cgp angkatan lima saya mendaftar dengan penuh tanda tanya ,apakah ini program guru penggerak ?
Jika ingin di ingat kembali ,saya baru saya melahirkan beberapa bulan yang lewat kemudian saya juga baru menyelesaikan pendidikan informal saya hingga mendapat gelar CEC untuk pengembangan soft skill bahasa Inggris dan saya harus lagi berkutat dengan essai untuk daftar cgp ,rasanya.

 


Aaah mantap… belum lagi saya punya segudang aktivitas sebagai guru dan ibu rumah tangga serta new mom kebayangkan pecahnya kepala saya ,pada saat proses seleksi ,saya meng-upload surat rekom dan surat izin kepala sekolah saya terasa maju mundur ,gimana ya nanti baby saya perasaan kalut dalam hati muncul tapi ya niat saya lurus saya tetap daftar ,berkas saya diterima dan lulus seleksi berkas Alhamdulilah
Namun tahap lain menunggu yaitu microteaching dan seleksi wawancara dengan para asesor ,di sesi microteaching saya ditemani dua asesor pada saat itu  wawancara dilaksanakan di kantor suami saya Alhamdulilah saya punya suami yang sangat kooperatif dalam membantu istri nya dan ada rasa lega saat selesai sesi wawancara dan jadwal dari setiap sesi harus kita pantau terus dari SIMPKB kemudian tibalah sesi wawancara ,ini sesi paling menengangkan menurut saya, Nah  sambil menjaga anak sambil wawancara ,bayangin kalau anak saya bangun dan saya skip pertanyaan asesor horor banget kan ..tapi lagi lagi anak saya kooperatif ia tidur hingga selesai wawancara dan saya sangat terkesan dengan dua asesor yang ada di sesi wawancara terakhir mereka memberikan keyakinan bahwa saya lulus melalui cara mereka memberi support.

 

 

Sobat pendidik yang lulus CGP boleh dong bagi pengalaman nya di kolom komentar dari mulai daftar hingga wawancara.
Pelatihan CGP membuat saya merasa hebat dan lebih semangat dalam mengajar filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara menurut saya itu adalah sebuah kunci yang terkubur lalu digali dan ditemukan lagi begitu sederhana namun sangat bermakna

Kesuksesan pendidikan dunia ,seperti di Finlandia saya rasa sama hal nya dengan filosofi pendidikan bapak pendidikan kita Anak menjadi pusat pembelajaran
Bermain menjadi agenda utama dalam belajar bukan belajar menjadi agenda utama nya Maka benarlah kata seorang psikolog Indonesia Bunda Elly Risma Bahwa anak harus bahagia pintar ada masanya .

Pengalaman belajar menggunakan filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara maka pembelajaran akan dimulai dengan menyanyikan lagu nasional ,ice breaking ,bertepuk hingga belajar di luar lapangan menjadi pilihan bagi saya saya berfokus pada gaya belajar siswa yang saya kelompokan menjadi tiga bahagian visual ,Audio dan kinestetik mereka akan diberi tugas sesuai gaya belajar nya jangan paksa anak kinestetik untuk suka baca maka biarlah anak visual yang arahkan membaca jangan suruh anak audio untuk memperagakan sesuatu di depan kelas tapi biarlah dia jadi pendengar setia dalam diskusi maupun memberikan pendapat dan biarkan anak kinestetik memimpin kelompok agar ia mampu mengontrol olah tubuh nya tanpa di cap sebagai anak nakal dan usil.

 

Maka untuk menjadikan kolaborasi semakin kuat kita akan buat projek bersama keluarga keluarga menjadi penting karena mereka sesungguhnya pusat pendidikan itu anak -anak meniru seluruh gaya dan pola hidup orang tua maka saya kembalikan kepada orang tua untuk mengkolaborasikan pendidikan disekolah dan rumah .

.
-Komentar-















HUBUNGI SAYA

Hubungi Saya

Untuk pertanyaan apa pun, jangan ragu untuk menghubungi saya melalui surat.

Address:Newyork Still Road.756 gt globel Place.

Phone:Newyork Still Road.756 gt globel Place.

E-mail :hi@emmyrosidah.com

© 2022 Emmyrosidah.com | Design by Algotech.co.id